Wednesday, 20 August 2014

CERITA KU part 1

Sumber: Doc. Pribadi



PERPISAHAN, kalau dipikir memang terasa berat, tetapi untuk mengejar pendidikan dan cita-cita bukanlah suatu masalah. Lalu apa yang menjadi masalahnya? Ya, yang ini bersangkutan dengan hati, sekilas memang tampak biasa saja, akan tetapi jika dua hati selalu bersama berpisah untuk beberapa tahun mungkin akan terasa berat. Cobaan yang menimpa seperti rasa cemburu, curiga, tidak percaya, dan lainnya pasti ada. Mm tapi untuk sekarang aku bukan mau membahas yang itu, Aku mau curhat mengenai kisah Ku dulu, awal cinta jarak jauh (padahal cuma dekat) hahaaha yang kata orang-orang LDR sih (melebay dikit). Mm oke, kita mulai aja ceritanya..


Kisah ini berawal setelah Ujian Nasional, tepatnya setelah pengumuman kelulusan diumumkan. Seperti biasa setelah kelulusan kami bercerita mengenai sekolah mana yang akan kami tempuh untuk pendidikan selanjutnya. Ya, aku memilih di SMAN 1 Muaro Danau diatas, sedangkan dia memilih di SMKN 2 Solok. Mm awalnya sih aku tidak setuju dia sekolah disana, tetapi akhirnya setelah ia mengemukakan beberapa alasan, akhirnya aku setuju. Mau tau ngak alasannya? Yang pertama katanya dia sering bertengkar sama kakaknya yang lelaki, yang kedua jika ia sekolah disini mungkin ia lebih sering kerja keladang membantu orangt tua nya yang sudah mulai tua sehingga menyebabkannya tidak fokus untuk belajar. Dan yang ketiga, jika ia sekolah disini mungkin ia akan terpengaruh temannya. Maklum lah, katanya dia murid yang agak nakal, tapi gak tau juga sihh.

Hari-hari pun berlalu. Awal pertama sekolah pun dimulai. Minggu-minggu awal pertama sekolah dia sering membangunkan Ku lebih pagi. Mm sekitar jam 5an lah. Maklum, mungkin karena udara disana panas barangkali. Ya disaat itu dia sering nelfon pagi hanya untuk sekedar bertanya bagaimana cara untuk menanak nasi (padahal sih tau) dan merebus air. Minggu-minggu awal komunikasi sih lancar. Hingga hampir setiap saat pulang sekolah pun dia nelfon.

Dia hanya sekali seminggu pulang bersama temannya. Aku ingat, semenjak ia disana kami pergi main hanya 2 kali pada hari libur (yang pastinya hari minggu..hoho). Ya perginya cuma mutar-mutar Alpa.. Hehhe..
Akan tetapi sedihnya nih, setelah beberapa bulan berlalu, dia jarang me-SMS ataupun nelfon. Biasalah sifat Aku. Kalau dia tidak menelfon mana mungkin Aku nelfon. Sebenarnya waktu itu sih aku curiga, setelah dua minggu tanpa kabar, entah mengapa perasaan ku itu berubah drastis, aku tak lagi  ingin tahu menegenai keadaannya. Setelah dua minggu berlalu , dia menelfon lagi. Dia berkata bahwa ia telah bosan sekolah, dan ia juga ingin berhenti.  Kata ini pun keluar dari mulutku, “Apa benar kau ingin berhenti? Jika kau berhenti lebih baik kita putus saja!” mendengar itu, dia pun terdiam dan berkata “setega itu kah dirimu kepadaku?” (mendengar itu aku hanya terdiam balik tanpa komentar apa-apa (terkadang sempat sih berpikir kenapa Aku bisa sekasar itu dan tidak memikirkan perasaan orang lain).

Setelah saat itu, kami jarang me-SMS, ketika Aku benar-benar malas dan bosan, secara tidak sengaja aku melihat di wall FB nya memakai kata-kata sayang dengan perempuan lain, tapi entah mengapa saat melihat itu aku merasa biasa saja. Aku berpikir mungkin telah ada perempuan lain yang ada di hatinya. Dan sejak itu, aku memutuskan untuk putus dn menjuh darinya. Ya begitu lah akhirnya........haaaaaaaaahahahahah......
Dan untuk saat ini Aku merasa kisah yang telah berlalu itu seakan berulang kembali meski dengan orang yang berbeda. Dan untuk saat ini kami akan terpisah kembali oleh jarak untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi., akan tetapi bagaimana akhirnya masih berupa misteri yang belum terungkap. Mungkin hanya Tuhan yang tahu atas segala apa yang telah direncanakannya. Dan aku percaya itu, pasti Dia merencanakan sesuatu yang lebih baik untuk diriku.
Apakah Anda penasaran cerita ini??????????
Tunggu aja kelanjutannya di CERITA KU part 2...hahhahahhahha...

Note:
Ø  Berharap agar kisah ini tidak terulang kembali
Ø  Rencana tuhan itu akan indah pada waktunya
Ø  Komunikasi, saling percaya, dan pengertian sangat diperlukan.
Ø  I Love You bear-bear kembaran ballbear (agak ngacau dikit, alias tak sesuai konsep hahahahaha) moga kita bertemu dialam mimpi.. Hahahaha (ngayal)

        Udah dulu cerita nya hari ini, mataku udah ngantukkkkkkkkk bangett...........

Selamat malam dan selamat beristirahat......
#Kamis, 21-08-2014


Tuesday, 22 July 2014

SATU KALI LAGI..

Kenapa setiap mendengar kalimat “SATU KALI LAGI” hati ini terasa tercabik-cabik tak karuan? Seolah tak ingin kalimat itu muncul lagi. Kuakui, kalimat itu memang pernah ku ucapkan  sebelumnya, tapi apa yang aku ucapkan itu menjadi suatu pertanda awal yang sangat menakutkan bagiku.  Namun kalimat itu juga sebagai tanda awal yang baik bagiku karena aku belum mengetahui makna di balik  itu. Tapi untuk kali ini tak ingin mewujudkan kalimat “SATU KALI LAGI” itu. Karena sungguh, kadang aku tersiksa oleh kalimat itu. Aku tak ingin kalimat itu terus menghantui kehidupanku, membawa kealam yang  tak ku kehendaki. Seandainya dulu aku tak pernah mengucapkannya mungkin aku takkan pernah se-troma ini (pikiranku kacau). Sungguh aku tak ingin pengalaman ku untuk mendengar bahkan mengucapkan  kata “satu kali lagi” terulang kembali. 
Kadang memori masa laluku mengingatkan tentang itu. Rasa bersalah itu terus muncul. Aku ingat saat  pergi bermain terakhir, dengan keadaan ku yang sangat malas, dia terus memaksa ku untuk pergi, dia terus membujuk untuk pergi dengan kalimat “SATU KALI LAGI”  akhirnya kalimat ini lah yang muncul dimulutku “oke, baiklah ini adalah kali terakhir kita untuk pergi, sesudah itu kita tidak akan pergi bermain lagi untuk  selamanya,” ya emang sesudah itu kami tak lagi pernah pergi bermain, bahkan untuk ketemu tatap muka pun juga tidak , paling tidak hanya selisih jalan sekitar bebrerapa kali. Aku takut jika ucapku ku yang seperti ini kembali terulang. 
Aku pernah curhat kepada sahabatku, dengan lantangnya dia menjawab bahwa kalimat itu adalah  kalimat yang paling menyakitkan bagi seseorang, apalagi bagi seseorang yang dicintai. Mendengar ucapnya  itu aku sangat menyesal, dan rasa bersalah itu pun tumbul dalam sanubariku. 
Untuk saat ini, aku yakin aku tidak akan mengikuti kemauan mu , tapi maaf jika itu membuatmu  tersiksa. Karena aku tak ingin kejadian itu terulang kembali. Cukup hanya satu kali. Karena aku yakin  apabila ku ikuti kemauanmu dengan kalimat “SATU KALI LAGI”, kemungkinan besar keadaan yang tak  ku harapkan itu akan terulang. Jujur, aku takut kehilanganmu. Semua ini aku lakukan karena aku  menyangimu dan diriku. dalam hatiku berjanji, apabila esok aku telah menginjak perguaruan tinggi aku tak  akan mengikuti cara konyol seperti yang kau ucapkan. 
Sejenak ku berfikir, seandainya jika nanti kita terpisah oleh jarak apakah engkau akan terus  mengigatku? Apakah engkau akan ingat dengan kenangan yang pernah kita lalui bersama? Apakah engkau  akan ingat bagaimana dengan sifatku? Saifat baikku, sifat burukku, ? Sungguh. Mungkin hanya dirimulah  yang tahu. 
Aku yakin, seandainya aku mengikuti cara konyolmu itu, mungkin aku akan terus teringat sama dirimu,  sama raut wajahmu yang unik serta cara tatapan tajam mu yang membuat ku tak konsentrasi untuk  melakukan apapun yang dibebankan kepadaku. Hal inilah yang mendasariku untuk tidak melakukan itu,  Untuk itu aku menginginkan sesuatu yang wajar darimu. Tak usah terlalu berlebihan dalam menikmati hidup. Untuk apa melakukan sesuatu yang belum tentu akhirnya, maaf jika aku terlalu mengikuti egoku. Bukan aku  tak ingin melakukannya, tapi aku takut. Sungguh..aku takut kehilanganmu. Karena bagiku kalimat “SATU  KALI LAGI” merupakan suatu awal dari perpisahan. Yang aku pun tak ingin itu terjadi. Baik itu pada  dirimu maupun pada diriku.

I LOVE YOU 
@curhatanku kali ini
@tak ingin terulang kembali.......
@”SATU KALI LAGI” tak seindah yang dibayangkan

Friday, 18 July 2014

Terserah..

Ketika semua tiada berarti..kalimat terserah paling mudah untuk diucapkan..

7 FAKTA YANG SERING DITEMUI DALAM KEHIDUPAN KELUARGA:

Berikut ini merupakan tujuh fakta yang sering ditemui dalam kehidupan keluarga, yaitu:
1. Orang yang sering kena marah dari kecil hingga dewasanya cenderung terlahir sebagai anak yang nakal, hal itu dikarenakan sejak kecil mereka telah terbiasa dengan hal-hal yang keras, kata-kata kasar yang seharusnya tak perlu mereka dengar kini telah mereka dengar, bahkan perlakuan yang semestinya tak mereka dapat, kini telah mereka dapatkan, hal itu tentu saja menyebabkan mereka tidak menghiraukan lagi apa yang dinesehati oleh orang lain, mereka cenderung bersifat membangkang, karena mereka berfikir “untuk apa kita mematuhi aturan yang ada, padahal kenyataannya hanya kita disalahkan atau hanya kita yang kena marah” dengan adanya kenyataan seperti itu, anak merasa dirinya sudah peka atau bahkan merasa tak perlu lagi akan adanya nasehat. Maka untuk mengajak nya berubah kearah yang lebih baik diperlukan kesabaran yang kuat. kerena faktor lingkungan yang telah dialaminya sejak kecil, maka ia akan sulit untuk berubah. Tetapi yang perlu diingat “bahwasannya setiap manusia memiliki naluri untuk berubah kearah yang lebih baik”.
2. Kebanyakan anak pertama memiliki sifat pendiam dibandingkan anak ke dua, ketiga dan seterusnya, hal ini diakibatkan karena kurangnya teman sepermainan yang ada didekatnya, kurangnya interaksi dalam keluarga, ditambah lagi dengan sifat orang tuanya yang jarang keluar rumah. Hal ini tentu saja mempengaruhi perkembangan anak, sehingga anak lebih suka menyendiri atau berdiam diri dikamar. Lain hal nya dengan anak kedua, ketiga ataupun seterusnya, mereka telah memiliki teman bermain sejak kecil yaitu seorang kakak yang akan membimbingnya, yang akan mengajak nya bermain.
3. Dalam keluarga yang hanya terdiri dari anak perempuan biasanya sering terjadi pertengkaran diantara sesamanya. Hal ini bisa saja terjadi karena adanya rasa perbedaan, rasa tersaingi, dan adanya  perbedaan kasih sayang yang didapat dari kedua orang tua. Lain bedanya dengan keluarga yang terdiri dari anak laki laki dan anak perempuan, biasanya mereka lebih akrab dan sering berbagi mengenai apa yang telah terjadi dan yang telah mereka alami.
4.  Dalam keluarga biasanya orang tua laki-laki lebih sayang kepada anak nya yang perempuan dan orang tua perempuan lebih sayang kepada anaknya yang laki-laki.
5. Kebanyakan dari orang tua laki-laki kurang memperhatikan nasib dari anak-anaknya, mereka lebih sering menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak penting, misalnya saja untuk membeli makanan ringan ataupun untuk pergi main dengan sahabat-sahabatnya.
6. Anak apabila telah menginjak remaja dan telah mengenal apa itu pacaran, perhatian mereka terhadap keluarga akan berkurang, mereka terkadang cenderung lebih egois dan mementingkan diri sendiri. Intinya, dengan adanya pacaran hubungan keluarga dan persabatan mereka menjadi kurang harmonis.
7. Lahan pertanian (tanah) sering menjadi pemicu terjadinya pertengkaran atau sangketa diantara sesama keluarga.


http://fatmazahra97.wordpress.com/