Tak ada yang menyangka, semua ini berawal dari sesuatu yang terlihat sederhana.
1 Maret 2026, Mama berkata bahwa pandangannya tiba-tiba terasa kabur. Rasanya seperti ada yang mengganjal di mata. Kami berpikir mungkin hanya gangguan biasa. Hari itu Mama dibawa ke RS Hermina Padang, berharap semuanya akan baik-baik saja.
Namun perjalanan panjang itu baru saja dimulai.
6 Maret 2026, kami mengurus rujukan dari puskesmas menuju Klinik Annisa. Setelah diperiksa, Mama kembali dirujuk ke Eye Center Padang dengan diagnosa sementara retinopati diabetik. Saat itu kami mulai memahami bahwa diabetes telah perlahan merusak penglihatannya.
7 Maret 2026, Mama menjalani pemeriksaan di Eye Center Padang. Pemeriksaan pertama hanya kontrol. Setelah itu, satu demi satu tindakan harus dijalani. Pemeriksaan kedua, ketiga, dan keempat adalah injeksi pada mata. Setiap kali masuk ruang tindakan, Mama selalu tampak berusaha tegar. Mungkin takut, mungkin cemas, tetapi tidak pernah sekalipun mengeluh di depan kami.
Harapan kembali muncul ketika dokter merencanakan operasi mata. Kami semua berdoa agar setelah operasi nanti, penglihatan Mama bisa kembali membaik.
Namun ternyata, Allah masih memiliki ujian yang lebih besar.
Sehari sebelum operasi, tubuh Mama tiba-tiba menggigil hebat. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Giginya gemetar tak terkendali. Kami panik dan segera membawanya ke puskesmas. Dari sana, Mama dirujuk kembali ke Eye Center Padang.
Di sanalah kami mengetahui sesuatu yang membuat hati seakan berhenti berdetak.
Mama mengalami hipoglikemi berat. Gula darah Mama hanya 30 mg/dL. Angka yang sangat rendah dan berbahaya. Mama menggigau dan tidak sadarkan diri. Setelah kondisi darurat itu ditangani, Mama kembali dirujuk, kali ini ke Rumah Sakit Naili DBS Padang.
Kami berharap hanya masalah gula darah yang perlu diatasi.
Tetapi hasil pemeriksaan berkata lain.
Dokter menyampaikan bahwa fungsi ginjal Mama telah menurun sangat berat. Diagnosis yang kami dengar terasa begitu sulit diterima: gagal ginjal kronis stadium 5. Dunia seakan runtuh dalam sekejap. Air mata tak mampu lagi dibendung. Begitu banyak pertanyaan yang memenuhi pikiran. Mengapa secepat ini? Mengapa Mama?
Karena kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut dan persiapan dialisis, Mama kembali dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Andalas.
Di Sana, mama ditempatkan diruang HCU. mama menjalani perawatan selama 8 hari. Untungnya, disana dialisis masih belum menjadi pilihan.
Sejak hari itu, hidup kami berubah. Rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering kami datangi daripada rumah sendiri. Jadwal kontrol, pemeriksaan laboratorium, obat-obatan, hingga berbagai tindakan medis menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Namun di tengah semua rasa sakit itu, Mama mengajarkan arti kekuatan yang sesungguhnya.
Mama tetap tersenyum meski tubuhnya lemah. Tetap berusaha makan meski tak berselera. Tetap menenangkan kami, padahal sebenarnya dialah yang paling pantas dikuatkan.
Mama tidak pernah menyerah.
Setiap jarum yang menusuk, setiap hasil pemeriksaan yang membuat hati hancur, setiap malam yang penuh kecemasan, Mama menjalaninya dengan kesabaran yang luar biasa.
Hari ini kami menyadari bahwa kekuatan bukan berarti tidak pernah menangis. Kekuatan adalah tetap melangkah meski langkah terasa begitu berat.
Mama mungkin sedang berjuang melawan penyakit yang berat, tetapi bagi kami, Mama telah memenangkan sesuatu yang jauh lebih besar: menjadi teladan tentang ketabahan, kesabaran, dan cinta yang tidak pernah habis.
Kami hanya bisa terus berdoa.
Semoga Allah mengangkat setiap rasa sakit Mama menjadi penghapus dosa, menguatkan setiap langkahnya, memberikan kesembuhan terbaik menurut kehendak-Nya, dan menghadiahkan umur yang penuh keberkahan.
Karena bagi kami, Mama bukan hanya seorang ibu.
Mama adalah rumah. Tempat pulang. Sumber kekuatan. Dan perempuan paling hebat yang pernah kami kenal.
Tetaplah bertahan, Ma. Kami akan selalu menggenggam tangan Mama, apa pun yang terjadi.
#Alahan Panjang. 21 Juli 2026. 8.40 Wib
# Rumah Sakit Eye Center Padang
#Puskesmas Alahan Panjang
# Klinik Annisa Solok
# Rumah Sakit DBS Naili Padang
# Rumah Sakit Hermina
# Rumah Sakit Universitas Andalas













